Jadwal Razia Hotel Pontianak 2023

Jadwal Razia Hotel Pontianak 2023 – MALINAU, MK – Aparat gabungan TNI, Brimob dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Malinau berhasil menangkap dua pasangan yang bukan suami istri di sebuah kamar hotel. Mereka semua terjebak dalam perang melawan penyakit daerah (konsentrasi).

Dari pantauan staf metro Kaltara, operasi yang dilakukan Polres Malinau dimulai pukul 22.00 WITA. Sebelumnya, mereka berkumpul di halaman Mapolres Malinau yang terdiri dari TNI, Brimob dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Malinau.

Jadwal Razia Hotel Pontianak 2023

Usai rapat, tim gabungan dibagi menjadi tiga kelompok, yakni Tim A wilayah Tanjung Belimbing, Tim B di Jalan Kalimantan, dan Tim C di Jalan Pasar Induk, Kabupaten Malinau Kota.

Zona Merah, Satpol Pp Tingkatkan Frekuensi Penegakkan Disiplin Prokes

Dari penelusuran itu, Tim A menemukan pasangan yang bukan laki-laki dan perempuan di Tanjung Belimbing. Kebetulan saat petugas menginterogasi wanita berinisial WA itu mengaku sudah lama menjanda. Sementara itu, seorang pria bernama E yang dimintai keterangan polisi mengaku sedang dalam proses perceraian.

Namun karena tidak bisa menunjukkan dokumen pemerintah, keduanya dibawa ke Polres Malinau untuk pemeriksaan lebih lanjut. Begitu pula di Jalan Pasar Induk, kedua pasangan muda tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen pemerintahannya, sehingga dibawa ke Polres Malinau.

Saat ditanya, AKBP Kapolres Bestari H Harahap melalui Bareskrim Polres Malinau, AKP William W Sitorus membenarkan ada dua pasangan bukan laki-laki yang diperiksa. “Ya, dari beberapa hotel yang digeledah, polisi menemukan beberapa pasangan kekasih yang bukan sesama jenis di kamar hotel tersebut,” kata William.

Dua pasangan, di dua hotel yang berbeda. Selain menemukan kedua PSK tersebut, polisi juga menemukan senjata tajam di kamar hotel tersebut. “Petugas polisi kami juga menemukan senjata, tapi sayangnya pemiliknya telah meninggalkan rumah saat itu. Jadi saya membawa senjata ke kantor,” katanya.

Polres Kubu Raya Gelar Razia Dan Penertiban Tempat Hiburan Malam Jelang Nataru

Mengenai pengejaran atas perbuatan keduanya, William mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. “Setelah itu saya memintanya untuk memberitahunya agar tidak mengulangi apa yang dia lakukan. Untuk senjata, akan kami simpan sebagai barang bukti,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penggerebekan tersebut, William memastikan hal itu sebagai upaya menghentikan aktivitas yang tidak sesuai selama bulan Ramadan. “Selain itu, razia ini untuk menciptakan suasana kamtibmas di masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat bumi untuk mulai bergotong royong, ketika menemukan atau menemukan seseorang yang telah melakukan tindak pidana, segera laporkan. “Kami ingin menginformasikan secepatnya. Dan dia meminta untuk tidak melakukan kejahatan yang dapat merugikan dirinya,” imbuhnya.

Adapun kegiatan tersebut, kata William, pihaknya akan melakukannya dengan cara yang menggembirakan. “Yah, kami akan terus melakukan serangan padat ini, tapi jadwalnya bersyarat.” (CBH) WARTA KAPUAS – Wakil Walikota Pontianak Bahasa, memimpin perlawanan terhadap Pemkot Pontianak di beberapa hotel.

Wanita Ini Terjaring Operasi Satpol Pp Saat Kencan Di Kamar Hotel

Dengan dukungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Wali Kota Pontianak memasuki sejumlah hotel untuk mengungkap jaringan prostitusi tersembunyi yang marak belakangan ini.

Serangan terkoordinasi ini dimulai di sebuah hotel di Jalan Merdeka, Pontianak pada Jumat 25 Desember 2020 pukul 23.00 WIB dan berakhir pada Kamis 26 Desember 2020 pukul 03.00 WIB pagi tadi.

Ada empat hotel di Kota Pontianak yang digerebek tim gabungan. Sedangkan empat hotel tersebut adalah Hotel Borneo, Hotel My Home, Hotel Neo, dan Hotel Avara.

Kepala Unit Kota Pontianak (Kasat Pol PP) Syarifah Adriana mengatakan sedikitnya 12 pasangan yang belum menikah ditangkap dalam penyerangan yang terjadi di empat hotel.

Dua Hari Razia Gabungan, Satpol Pp Kota Palangkaraya Jaring Pasangan Muda Mudi Di Penginapan, Losmen Dan Hotel

Terhadap pasangan tidak sah yang tertangkap di kamar hotel tanpa surat keterangan, di sana diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Lebih lanjut, Syarifah menjelaskan, ada juga beberapa remaja putri yang diketahui masih di bawah umur di hotel di Jalan W.R Supratman itu.

Syarifah menegaskan, jika hotel tersebut kedapatan melakukan zina sebanyak tiga kali, maka bisnisnya akan ditutup.

“Dalam hal hotel misalnya, pertama kali kita temukan akan kita sesuaikan dengan hukum setempat yaitu denda berupa denda Rp 500 ribu, kalau kita bawa ke pengadilan untuk kedua kalinya. kali, dan jika ini yang ketiga kalinya, mereka akan ditutup,” katanya.

Pontianak Akan Berlakukan Pembatasan Aktivitas Malam Hari

Di salah satu hotel yang mereka kunjungi juga terdapat sepasang suami istri yang bukan suami istri, dan diketahui dari laporan bahwa pria tersebut diduga seorang polisi. Namun, Syarifah mengaku belum mengusut masalah tersebut.

Prediksi Skor Persib vs Dewa United di BRI Liga 1: Profil tim, starting line-up head-to-head

Prediksi Skor Arema FC vs Persikabo 1973 Liga 1 BRI: Head to Head, Statistik Hingga Susunan Pemain

Jadwal Acara MOJI TV Hari Ini Selasa 21 Maret 2023 Nonton PLN Mobile Proliga dan World Chase Tag

Seorang Oknum Asn Ketangkap Saat Menginap Di Hotel

40 CONTOH Soal Latihan Kimia Kelas 12 Kurikulum 2023 Soal Latihan Kimia SMA AS 2013 dan Pembahasannya

Maret 2023 Jadwal ferry PELNI KM Gunung Dempo jurusan Sorong ke Manokwari dan Wasior serta harga tiketnya.

Statistik Barito Putera Vs Persis Solo, Prediksi Skor, Head to Head dan Susunan Pemain Liga 1 BRI Hari Ini (PONTIANAK) – Sejumlah warga ditangkap dari empat hotel saat penggerebekan penginapan dan hotel di Kota Pontianak oleh sindikat tersebut. tim, TNI, Polri dan Satpol PP untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 pada malam tahun baru 2021, Jumat (1/1/2021).

Peristiwa tersebut terkait pelarangan kegiatan di tahun baru dan pembatasan jam malam pada pukul 23.00 WIB.Menyadari adanya kegiatan yang tidak diinginkan dan memastikan tidak ada orang lain yang melanggar permintaan tersebut, sejumlah pengurus serikat juga menggeledah empat hotel dari Pontianak Selatan. .

Pasangan Terciduk Indehoy Di Kamar Kos Dan Hotel Di Banjarnegara, Ada 1 Asn

Hal ini menyebabkan banyak orang ditemukan di kamar hotel dan ditahan oleh pihak kepolisian, yang dilindungi bukan laki-laki dan perempuan yang berada di kamar hotel dan terjadi kerumunan hingga 10 orang di kamar hotel. .

Tim gabungan juga menemukan 3 anak di bawah umur di sebuah hotel yang diduga berkumpul dalam sebuah acara.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, larangan perayaan tahun baru membuat massa ramah, namun masih ditemukan beberapa orang berkumpul di hotel tersebut. Selain itu, mereka yang ditemukan berpasangan diduga terlibat dalam tindakan asusila.

“Pengiring pengantin atau pelanggar diberikan sanksi ringan (Tipiring), sedangkan untuk hotel yang menerima anak kecil dan anak haram akan kami tutup sementara waktu,” kata Edi Kamtono.

Satpol Pp Gencar Razia Kosan

Edi menambahkan, selain dijerat dengan pidana ringan sesuai ketentuan yang berlaku, beberapa pelaku ini juga dilakukan skrining dan tes HIV secara cepat untuk mengendalikan penyebaran virus dan penyakit masyarakat lainnya.

“Uji usap ini kita lakukan untuk masyarakat yang sudah dilindungi banyak hotel, hal ini untuk menekan penyebaran Covid-19 dan mencegah klaster baru,” pungkasnya. (bian) Di antara sekian banyak korban kekerasan ini adalah seorang ASN yang kedapatan sedang asyik dengan orang yang bukan pasangannya.

Sugeng Supriyadi, penyidik ​​resmi yang ikut dalam penggerebekan itu, membenarkan bahwa ASN juga ditangkap. Namun Sugeng enggan membeberkan identitas ASN yang terjaring razia.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada ASN yang terjerat aksi kekerasan. Mereka juga menegaskan akan terus membobol wisma dan hotel untuk memenuhi Perda nomor 5 tahun 2013 tentang perdamaian.

Berawal Dari Tilang, Briptu Dy Setubuhi Bocah 15 Tahun Saat Razia

“Bagi pelanggar undang-undang, kami tidak segan-segan mengeluarkan pedoman sanksi tegas, apalagi jika yang membuat onar adalah ASN,” ujarnya saat meninjau pendataan orang yang tertangkap basah melakukan penculikan di kantor Satpol PP.

Hotel dan wisma yang menjadi sasaran razia termasuk tanda-tanda pelanggaran undang-undang perizinan daerah dan penyalahgunaan layanan mereka.

Hotel dan wisma yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan menginap disalahgunakan untuk melakukan perbuatan asusila. Informasi penyalahgunaan pensiun dan pelayanan hotel sampai ke Satpol PP melalui pengaduan masyarakat.

“Tujuan proyek ini untuk tinggal lima kamar di Kelurahan Semampir, Kelurahan Kutabanjarnegara, Kelurahan Semarang dan Sokanandi,” kata Kepala Satpol PP Banjarnegara Esti Widodo melalui sekretarisnya Purwanto.

Lapas Kotaagung Menggelar Razia Kamar Hunian Sekaligus Tes Urine Warga Binaan

Selama penggeledahan, polisi menemukan delapan pasangan yang belum menikah dan satu sedang menunggu untuk menjalin hubungan. Polisi kemudian membawa mereka ke kantor Satpol PP untuk pendataan.

Semua yang melanggar hukum, kami surati dan beri pengarahan, yang tertangkap kami bawa ke kantor untuk dimintai keterangan,” kata Purwanto.

* Kebenaran atau tipuan? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang disampaikan, silahkan WhatsApp ke nomor yang disebut Cek Fakta 0811 9787 670 cukup dengan menuliskan kata-kata yang diinginkan.

Disayang Syabda Perkasa Belawa, Pitha Haningtyas Mentari Banjir Pelukan Netizen Di Tengah Kabar Duka dan Persiapan Swiss Open 2023 PORTAL – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangkaraya kembali melakukan aksi kekerasan dengan tim TNI dan Polri di wisma, penginapan, dan hotel dari kota angkaPalraya.

Pelajar Dan Remaja Terjaring Razia Pekat Di Hotel Di Kisaran

Razia yang dilakukan pada 31 Desember 2021 menjelang Tahun Baru 2022 ini tidak pecah seperti razia-razia sebelumnya.

“Kami mengimbau warga Palangka Raya untuk selalu mengikuti Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran virus CCIDID 19 dan khususnya pengelola akomodasi untuk memilih kapan menerima tamu yang menginap,” kata Djoko Wibowo SE. Kabid Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Palangkaraya.

“Khusus tamu yang sudah menikah, mohon dicek identitasnya seperti surat nikah sebelum masuk,” tegas Djoko dikutip dari portal Instagram @satpolpp_palangkaraya pada Senin, 3 Desember 2021.

Baca Juga: Wisata “Hujan Hitam” di Kawasan Taman Nasional Sebangău Dilirik Ribuan Wisatawan Selama Libur Nataru 2021-2022

Jelang Tahun 2019, Aparat Razia Sejumlah Tempat Hiburan Dan Hotel Di Poso

Dalam penggerebekan sebelumnya pada 30 Desember 2021, tim gabungan menemukan dua anak di bawah umur yang tinggal di wisma tanpa identitas yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!