Perbedaan Minyak Rem Kuning Dan Merah

Perbedaan Minyak Rem Kuning Dan Merah – , Jakarta – Mengganti minyak rem minimal dua tahun sekali atau setiap 20.000 kilometer menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik mobil. Mungkin sebagian pengendara sudah mencampurkan minyak rem dengan warna yang berbeda dari sebelumnya.

Beberapa pendapat mengatakan bahwa minyak rem tidak boleh dicampur. Hal ini mungkin karena setiap merk minyak rem memiliki campuran aditif dan spesifikasi material yang berbeda. Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kinerja minyak rem yang digunakan.

Perbedaan Minyak Rem Kuning Dan Merah

Minyak rem tersedia dalam berbagai warna, seperti merah, kuning, dan bahkan biru. Jadi apa fungsinya jika Anda mencampur minyak rem dengan warna berbeda?

Jual Dot 4 Prestone Cairan Oli Minyak Rem Dot4 Brake Fluid 300ml Indonesia|shopee Indonesia

“Tidak berpengaruh. Beda warna hanya pembeda produk atau merek, yang penting DOT-nya sama,” ujar Stanley TG selaku business opportunity development PT Laris Chandra, importir minyak rem STP, belum lama ini.

**Gempa Sianjur meluluhlantakkan tanah Pasundan, mari kita bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Sianjur: Rekening BCA No: 500 557 2000 A.N dengan berdonasi melalui Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan datang dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita adalah harapan mereka.

“Banyak orang mengira minyak rem bening itu artinya netral. Padahal, merah juga minyak rem netral. Karena apa yang dimaksud dengan netral, sedangkan konten campuran tidak menimbulkan reaksi negatif,” ujarnya.

Dia menegaskan, warna tidak mempengaruhi spesifikasi minyak rem karena setiap minyak rem terdiri dari DOT 3 atau DOT 4.

Apa Minyak Rem Bisa Dicampur?

Misalnya minyak rem yang didapat dari pabrikan Jepang biasanya menggunakan warna merah yang katanya mudah dilihat jika ada kebocoran.

“Di Eropa mereka lebih suka menggunakan warna biru. Minyak rem bening dibuat tanpa pewarna untuk sedikit menekan biaya produksi,” pungkas Stanley.

* Fakta atau hoax? Untuk mengecek kebenaran informasi yang dikirimkan, silahkan hubungi nomor fact check 0811 9787 670 melalui WhatsApp dengan hanya memasukkan kata kunci yang diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!